Villa Watukarung, Tempat Paling Hits Buat Foto di Pacitan

Kebanyakan traveler muda menikmati moment traveling itu kurang penting, sebab eksis dengan foto-foto adalah segalanya meski tidak semua seperti itu. Bagi traveler yang hobi fotografi bisa datang ke pantai Watukarung. Bukan pantainya yang tengah hits untuk latar fotografi melainkan villa kosong di atas bukit ini nih.

Pantai Watukarung tidak asing buat traveler Pacitan, pantai yang punya ombak bagus buat surfing ini sudah terkenal sejak dulu. Bahkan bule-bule lebih familiar dengan pantai ini ketimbang pantai-pantai lain seperti Buyutan, Banyutibo atau bahkan Klayar sekalipun.

YDXJ0550

Lihat saja di kawasan pantai ini di mana banyak sekali bule terlihat di villa-villa pinggir pantainya. Sampai-sampai sempat tersiar kabar kalau banyak lahan di kawasan pantai ini dibeli oleh para bule untuk dijadikan villa. Tapi saya tidak akan membahas bule nih, kita bahas yang lainnya saja.

Beberapa waktu terakhir tersebar gambar yang memperlihatkan anak-anak muda yang berada di sebuah villa di atas bukit menghadap ke pantai. Saya sudah tahu itu gambar diambil di kawasan Watukarung cuma berulang kali mbolang kesana kog ya tidak kepikiran foto di tempat ini, jadinya saya kalah hits dengan traveler lain.hehe.

YDXJ0548

Tapi itu tidak masalah, karena beberapa minggu lalu saya akhirnyamencicipi foto di tempat yang lagi hits banget di Pacitan. Perkenalkan di dalam foto ini adalah “Genk” mbolangku, dari kiri sebut saja ada Akma, Dewi, Arbi, Aji, Pepy, Susi, Aku, dan Nomi. Sebenarnya masih ada anggota lain yang kebetulan tidak ada dalam bingkai mereka Safrizal, Anton dan Ibnu.

YDXJ0547

Waktu itu, foto-foto di villa bukanlah tujuan utama kita. Saat itu agenda kita adalah syukuran bakar-bakar ikan di tempat teman yang juga ada di Watukarung. Karena yang empunya rumah belum pulang jadilah kita melipir dulu ke villa ngehits ini. Yasudah sekalian saja kita foto-foto biar kekinian.

YDXJ0574

Sudah tahu dimana lokasi persisnya villa ini? Saya yakin sudah banyak yang tahu sebab penampakannya terlihat jelas jika kita sedang berada di Watukarung. Tapi yang belum tahu dan pengen tahu, komen saja di kolom komentar nanti saya kasih tahu. Satu lagi semua credit foto di atas hanya buat @ardhaniaji, yang mau follow instagramnya silahkan aja, orangnya masih jomblo. 😀

Iklan

Sudah Tahu Belum Pacitan Punya Bukit Bintang Sekeren Ini?

Buat yang hobi jalan-jalan di malam hari, mungkin kebanyakan dari kalian bingung mau kemana di Pacitan malam-malam. Mall tidak punya, tempat nongkrong terbatas, mentok-mentoknya cuma ngopi di alun-alun dan terjebak pada situasi yang membosankan setiap malam. Jika sampai seperti itu brarti nge-trip kamu kurang jauh.

Padahal untuk mendapatkan destinasi keren di malam hari tidak perlu pergi jauh-jauh. Cukup gas motor kamu ke wilayah timur Pacitan. Ikuti jalan perbukitan 20 menit sampai deh di lokasi romantis. Inilah Bukit Bintangnya Pacitan, namanya bukit Pakiss. Hayo siapa yang tahu di mana lokasi tempat ini?

Orang Pacitan pasti banyak yang tahu lokasi tempat hunting City Light keren ini. Cuma kebanyakan dari mereka tidak ada yang secara khusus berhenti di lokasi dan menikmati indahnya kerlap kerlip lampu dari kota Pacitan yang mungil ini. Meski tak seluas Jogja namun lihat saja tak mengurangi keindahannya bukan?

IMG-20150803-WA0002

Tempat ini bisa didatangi kapan saja, tapi waktu yang paling tepat menurut saya untuk ke sana adalah saat malam bulan purnama. Pastikan pula saat cuaca sedang cerah. Saat itu kalian bisa menikmati romantisnya lampu kota, ditambah sinar rembulan yang bersinar terang plus bonus stargazing yang keren. Jika beruntung, sering terlihat bintang jatuh dari sini.

IMG-20150803-WA0000

Satu hal yang perlu diingat, tempatnya memang sepi jangan datang sendirian apalagi berduaan dengan lawan jenis pula. Tempat ini sangat cocok untuk ngetrip rame-rame, no mesum! no buang sampah sembarangan! Yang belum tahu dan ingin tahu lokasi tepatnya silahkan komen saja di kolom komentar yang ada di bawah ini.

Pantai Pangasan, Kembaran Papuma di Bumi 1001 Gua

Setelah setangah tahun menelantarkan blog ini akhirnya hari ini saya sempatkan untuk menulis lagi. Kali ini saya hadir dengan cerita-cerita seputar pengalaman traveling bersama grup yang kami namakan “The Travel Rangers.”

Destinasi yang akan saya ceritakan ini adalah destinasi anti mainstream, jadi jangan harap kalian menemukan rute yang mudah dijangkau dalam setiap destinasi yang saya share. Namun demikian, pemandangan yang ada di setiap destinasi yang saya kunjungi ini sebanding dengan usaha Anda untuk mencapainya.

Bulan lalu tepatnya tanggal 19 Mei 2015 saya beserta dengan tiga orang teman saya mencoba untuk menjelajahi pantai di sisi timur Pacitan. Perjalanan ini membawa kami sampai di Desa Kalipelus Kecamatan Kebonagung. Menurut informasi dari salah satu teman saya (anak Kepala Desa Kaiipelus), di desa ini terdapat satu pantai yang sangat indah namanya Pantai Pangasan.

Kami pun mencoba untuk mengunjungi pantai ini. Sebelumnya kami sudah diperingatkan bahwa rute menuju pantai ini cukup menantang dan benar saja ternyata sepeda motor kami tidak bisa mencapai bibir pantai. Setelah menyusuri jalan rabatan selama 30 menit kami harus memarkir sepeda di akhir jalan rabatan tadi dan melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki selama 45 menit.

Treknya beragam ada jalan setapak datar, turunan dan tanjakan. Trek perjalanan menuju pantai didominasi dengan trek menurun yang membuat kaki gemetar tapi di tengah jalan Anda akan menemukan hamparan hijau sawah terasiring seperti di Ubud, Bali. Gambarnya ada tuh di atas.

EOS 650D_9999_62

Jika sudah menemui area persawahan berarti Anda sudah setengah jalan, lanjutkan perjalanan, kali ini membelah hutan dengan trek yang masih berupa turunan. Setelah 45 menit berjalan, pemandangan dalam gambar di atas itu yang akan Anda dapatkan. Eits, ini bukan Papuma ljo tapi Pantai Pangasan, Desa Kalipelus dengan kata lain Pacitan punya nih.

Saat pertama sampai di atas bukit kami juga sempat terpukau sebab pantai ini mirip sekali dengan Pantai Papuma di Jember. Waktu itu saya belum percaya sih soalnya saya belum pernah ke Papuma sebelumnya. Namun saya jadi yakin saat googling tentang pantai tersebut dan benar saja pantai ini mirip banget. Coba deh kalian googling pantai Papuma dan bandingkan dengan Pantai Pangasan di atas.

EOS 650D_9999_171

Pemandangan menakjubkan tidak berhenti sampai di situ, sesampainya di pinggir pantai, pemandangan lebih spektakuler akan disuguhkan cuma-cuma buat Anda. Pantainya masih alami terbukti dengan tidak ada jejak manusia sama sekali di pasir pantainya. Saat itu hanya ada kami berempat saja di sana tentu membuat suasana terasa sedikit mistis apalagi dengan adanya gua di tebing sebelah timur dari pantai ini.

Ombak pantai lumayan besar jadi jika kalian kepingin ke pantai ini kami sarankan untuk tidak mandi di pantai. Jangan lupa membawa bekal yang banyak sebab rute yang berat akan membuat Anda haus dan lapar tapi perlu diingat sampah dari bekal Anda jangan dibuang sembarangan, lebih baik Anda bawa lagi untuk dibuang di tempat sampah yang ada di perkampungan di dekat tempat parkir. Keep Green Guys!