PENGETAHUAN MISTIK

1. Ontologi Pengetahuan Mistik

    a. Hakikat Pengetahuan Mistik

Menurut asal katanya, kata mistik berasal dari bahasa Yunani mystikos yang artinya rahasia (geheim), serba rahasia (geheimzinning), tersembunyi (verborgen), gelap (donker), atau terselubung dalam kekelaman (in het duister gehuld).

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Mistik mempunyai arti:

  1. Subsistem yang ada dihampir semua agama dan sistem religi untuk memenuhi hasrat manusia mengalami dan merasakan emosi bersatu dengan Tuhan, tasawuf, suluk
  2. Hal gaib yang tidak terjangkau dengan akal manusia biasa

Berdasarkan arti tersebut mistik sebagai sebuah paham yaitu paham mistik atau mistisisme, merupakan paham yang memberikan ajaran yang serba mistis (misal ajarannya berbentuk rahasia atau ajarannya serba rahasia, tersembunyi, gelap atau terselubung dalam kekelaman) sehingga hanya dikenal, diketahui atau dipahami oleh orang-orang tertentu saja, terutama sekali bagi penganutnya.

Mistik adalah pengetahuan yang tidak rasional, ini pengertian yang umum. Adapun pengertian mistik bila dikaitkan dengan agama ialah pengetahuan (ajaran atau keyakinan) tentang Tuhan yang diperoleh dengan cara meditasi atau latihan spiritual, bebas dari ketergantungan pada indera dan rasio (A.S. Hornby, A Leaner’s Dictonery Of Current English, 1957:828). Pengetahuan Mistik adalah pengetahuan yang tidak dapat dipahami rasio, pengetahuan ini kadang-kadang memiliki bukti empiris tapi kebanyakan tidak dapat dibuktikan secara empiris.

   b. Struktur Pengetahuan Mistik

Dilihat dari segi sifatnya, mistik dibagi menjadi dua bagian, yaitu:

  1. Mistik Biasa yaitu mistik tanpa kekuatan tertentu. Dalam Islam mistik yang ini adalah tasawuf.
  2. Mistik Magis adalah mistik yang mengandung kekuatan tertentu dan biasanya untuk mencapai tujuan tertentu. Mistik magis ini dapat dibagi menjadi dua yaitu Mistik magis putih dan Mistik magis hitam.

Dalam prakteknya Mistik magis putih dan hitam, memiliki kegiatan yang relatif sama, nyaris hanya nilai filsafatnya saja berbeda. Kesamaan itu terlihat dari Mistik magis putih menggunakan wirid, doa’ dan Mistik magis hitam menggunakan mantra, jampi yang keduanya pada segi prakteknya sama.

Mistik magis putih dalam islam contohnya ialah mukjizat, karomah, ilmu hikmah. Mistik magis putih selalu berhubungan dan bersandar pada Tuhan, sehingga dukungan Illahi sangat menentukan. Sedangkan Mistik magis hitam contohnya ialah santet dan sejenisnya yang menginduk kepada sihir. Mistik magis hitam selalu dekat, bersandar dan bergantung pada kekuatan setan dan roh jahat. Istilah Mistik magis putih dan Mistik magis hitam, digunakan untuk sekedar membedakan kriterianya. Orang menganggap Mistik magis putih adalah mistik magis yang berasal dari agama langit (Yahudi, Nasrani dan Islam), sedangkan Mistik magis hitam berasal dari dua agama itu.

Makalah lengkap dapat diunduh di sini.

PENGETAHUAN SAINS

A. Analisis Pengetahuan Sains

Pengetahuan sains yang dimaksud adalah pengetahuan yang bersifat rasional- empiris . Masalah rasional dan empiris inilah yang akan dibahas.

B. Ontologi Sains

Poedjawijatna mendifinisikan filsafat sebagai jenis pengetahuan yang berusaha mencari sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan akal pikiran belaka, sedangkan Bakry mengatakan bahwa filsafat adalah sejenis pengetahuan yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai ketuhanan, alam semesta dan manusia, sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana hakikatnya sejauh yang dapat dicapai oleh akal manusia dan bagaimana sikap manusia itu seharusnya setelah mencapai pengetahuan itu.

1. Hakikat pengetahuan Sains

Pertama , maslah rasioanal . Dalam sains , pernyataan atau hipotesis yang dibuat haruslah berdasarkan rasio. Misalnya hipotesis yang dibuat adalah “makan telur ayam berpengaruh positif terhadap kesehatan “. Hal ini berdasrkan rasio : untuk sehat diperlukan gizi, telur ayam banyak mengandung nilai gizi , karena itu , logis bila semakin banyak makan telur ayam akan semakin sehat.

Hipotesis ini belum diuji kebenarannya. Kebenarannya barulah dugaan. Tetapi hipotesis itu telah mencukupi syarat dari segi kerasionalanya. Kata “rasional “ disini menunjukan adanya hubungan pengaruh atau hubungan sebab akibat.

Kedua , masalah empiris. Hipotesis yang dibuat tadi diuji ( kebenaranya ) mengikuti prosedur metode ilmiah. Untuk menguji hipotesis ini digunakan metode eksperimen. Misalnya pada contoh hipotesis diatas, pengujianya adalah dengan cara mengambil satu kelompok sebagai sampel, yang diberi makan telur ayam secara teratur selama enam bulan, sebagai kelompok eksperimen. Demikian juga, mengambil satu kelompok yang lain, yang tidak boleh makan telur ayam selama enam bulan sebagai kelompok kontrol. Setelah enam bulan , kesehatan kedua kelompok diamati. Hasilnya , kelompok yang teratur makan telur ayam rata-rata lebih sehat.

Setelah terbukti ( sebaiknya eksperimen dilakukan berkali-kali ), maka hipotesis yang dibuat tadi berubah menjadi teori. Teori “ makan telur ayam berpengaruh terhadap kesehatan “ adalah teori yang rasional – empiris. Teori seperti ini disebut sebagai teori ilmiah (scientific theory).

Cara kerja dalam memperoleh teori tadi adalah cara kerja metode ilmiah. Rumus baku metode ilmiah adalah : logico – hypotheticom – verificatif ( buktikan bahwa itu logis – tarik hipotesis – ajukan bukti empiris ) .

Pada dasarnya cara kerja sains adalah kerja mencari hubungan sebab akibat, atau mencari pengaruh sesuatu terhadap yang lain. Asumsi dasar sains ialah tidak ada kejadian tanpa sebab . Asumsi ini benar bila sebab akibat itu memiliki hubungan rasional.

Makalah Lengkap dapat diunduh di sini.