Pantai Ngambur, Sang Perawan dari Kampung Halaman SBY

Image0712 Kampung halaman Presiden SBY, Kabupaten Pacitan, rupanya punya banyak pantai yang menawan. Selain Pantai Klayar yang sudah dikenal, ada lagi Pantai Ngambur yang masih perawan dan begitu tenang. Cocok untuk berenang!

Akhir-akhir ini, pantai di Kabupaten Pacitan mulai terekspos di berbagai media. Layaknya seorang artis yang sedang naik daun, banyak orang yang membicarakan dan menjadikannya idola baru sebagai tujuan wisata yang wajib dimasukkan dalam daftar kunjungan wisata mereka.

Di samping keindahannya, pantai-pantai di Pacitan mulai dikenal pasca kunjungan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, ke salah satu pantai di Kecamatan Donorojo, yaitu Pantai Klayar yang khas dengan batuan karstnya. Sejak saat itulah banyak para pecinta travelling mulai mengunjungi kota yang berada di ujung barat Provinsi Jawa Timur ini, untuk mengeksplor potensi wisata pantai yang masih tersembunyi.

Image0720 Terletak di daerah perbukitan yang mengitari teluk Pacitan yang juga merupakan lokasi Pantai Teleng Ria berada, terdapat sebuah pantai tersembunyi di balik perbukitan tersebut. Pantai itu bernama Pantai Ngambur. Pantai ini berada di Desa Plumbungan, Kecamatan Pacitan. Bagaikan surga yang tersembunyi, Pantai Ngambur memiliki spesifikasi lain daripada pantai-pantai selatan Jawa yang lainnya.

Pantai Ngambur memiliki air yang tenang, bahkan dapat dikatakan hampir tidak memiliki ombak. Hal inilah yang membuat saya takjub dan merasa bagaikan di sebuah laguna saat pertama kali menjejakkan langkah kaki saya di pantai ini.
Lokasinya yang tersembunyi di balik bukit membuat tidak banyak orang yang tahu akan keberadaannya kecuali para nelayan. Sebab, mereka menjadikan pantai ini sebagai tempat beristirahat maupun tempat singgah sementara. Khususnya ketika cuaca buruk yang menyebabkan gelombang laut menjadi tinggi terjadi.

Image0727 Ketika itu saya menuju lokasi melalui rute darat dengan cara menyisir perbukitan di sisi timur pantai Teleng Ria via jalan kaki, karena lokasi pantai tersebut belum dapat dijangkau dengan kendaraan. Setelah berjalan selama satu jam, sampailah saya di Pantai Ngambur. Penat yang saya rasakan selama perjalanan langsung terobati dengan keindahan pemandangan yang disuguhkan.

Pantai ini masih sangat perawan dengan keindahan alam yang masih alami. Sehingga tidak mengherankan jika berkunjung ke pantai ini akan disambut oleh kicauan burung-burung, dan sesekali para monyet juga akan menampakkan diri bergelantungan di antara ranting pohon yang rimbun. Meski medan yang dilalui cukup sulit, namun saya yakin bagi para pecinta petualangan hal tersebut tidak akan menjadi hambatan yang berarti untuk mengunjungi pantai ini.

Image0731 Akan banyak sekali kata yang dapat dirangkai untuk mendeskripsikan keindahan pantai ini. Namun ada satu hal yang menjadikan pantai ini cukup menarik untuk dikunjungi. Biasanya, ketika kita berkunjung ke pantai-pantai pesisir selatan Jawa, mayoritas akan menjumpai papan peringatan larangan mandi di pantai karena ombak yang tinggi, namun hal itu tidak berlaku di Pantai Ngambur. Saat itu saya berenang dengan puas tanpa takut terseret ombak yang besar, sebab ombak yang besar tidak akan kita jumpai di pantai ini. Itulah salah satu keunikan dari Pantai Ngambur.

Writer: Alfri Royadi  Published by: detik travel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s