PENGETAHUAN SAINS

A. Analisis Pengetahuan Sains

Pengetahuan sains yang dimaksud adalah pengetahuan yang bersifat rasional- empiris . Masalah rasional dan empiris inilah yang akan dibahas.

B. Ontologi Sains

Poedjawijatna mendifinisikan filsafat sebagai jenis pengetahuan yang berusaha mencari sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan akal pikiran belaka, sedangkan Bakry mengatakan bahwa filsafat adalah sejenis pengetahuan yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai ketuhanan, alam semesta dan manusia, sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana hakikatnya sejauh yang dapat dicapai oleh akal manusia dan bagaimana sikap manusia itu seharusnya setelah mencapai pengetahuan itu.

1. Hakikat pengetahuan Sains

Pertama , maslah rasioanal . Dalam sains , pernyataan atau hipotesis yang dibuat haruslah berdasarkan rasio. Misalnya hipotesis yang dibuat adalah “makan telur ayam berpengaruh positif terhadap kesehatan “. Hal ini berdasrkan rasio : untuk sehat diperlukan gizi, telur ayam banyak mengandung nilai gizi , karena itu , logis bila semakin banyak makan telur ayam akan semakin sehat.

Hipotesis ini belum diuji kebenarannya. Kebenarannya barulah dugaan. Tetapi hipotesis itu telah mencukupi syarat dari segi kerasionalanya. Kata “rasional “ disini menunjukan adanya hubungan pengaruh atau hubungan sebab akibat.

Kedua , masalah empiris. Hipotesis yang dibuat tadi diuji ( kebenaranya ) mengikuti prosedur metode ilmiah. Untuk menguji hipotesis ini digunakan metode eksperimen. Misalnya pada contoh hipotesis diatas, pengujianya adalah dengan cara mengambil satu kelompok sebagai sampel, yang diberi makan telur ayam secara teratur selama enam bulan, sebagai kelompok eksperimen. Demikian juga, mengambil satu kelompok yang lain, yang tidak boleh makan telur ayam selama enam bulan sebagai kelompok kontrol. Setelah enam bulan , kesehatan kedua kelompok diamati. Hasilnya , kelompok yang teratur makan telur ayam rata-rata lebih sehat.

Setelah terbukti ( sebaiknya eksperimen dilakukan berkali-kali ), maka hipotesis yang dibuat tadi berubah menjadi teori. Teori “ makan telur ayam berpengaruh terhadap kesehatan “ adalah teori yang rasional – empiris. Teori seperti ini disebut sebagai teori ilmiah (scientific theory).

Cara kerja dalam memperoleh teori tadi adalah cara kerja metode ilmiah. Rumus baku metode ilmiah adalah : logico – hypotheticom – verificatif ( buktikan bahwa itu logis – tarik hipotesis – ajukan bukti empiris ) .

Pada dasarnya cara kerja sains adalah kerja mencari hubungan sebab akibat, atau mencari pengaruh sesuatu terhadap yang lain. Asumsi dasar sains ialah tidak ada kejadian tanpa sebab . Asumsi ini benar bila sebab akibat itu memiliki hubungan rasional.

Makalah Lengkap dapat diunduh di sini.

2 Tanggapan

  1. Wahh iki cocok mbek thiwul mistik mistik mistik sipp…

    • Wah aku terkesan dengan yel2e thiwul di video banyu tibo..
      yo, lanjutkan thiwul menyusuri tmpt2 mistis gan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s